Jumat, 30 Januari 2009

Siapa Yang Dipilih ???

" Pemerintah memperlakukan rakyat seperti permainan yoyo. ". Iya, kutipan kalimat tersebut meluncur dari bibir seorang Megawati Soekarno Putri dalam rakernas PDI Perjuangan yang diselenggarakan di Solo. Pihak pemerintah yang diwakili juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng menyambut kritikan tersebut dengan meminta kita semua untuk membandingkan hasil kerja pemerintahan saat ini dengan hasil kerja pemerintahan di era kepemimpinan Megawati Soekarno Putri. Apa saja yang sudah dicapai. Apakah lebih baik ?. Bagaimana menurut kita semua...hmmmm rasanya berbeda-beda...hehehe...

Sikap saling serang. Meluncurkan opini dan kritikan pedas yang mampu memerahkan telinga sudah jadi hal biasa dalam dunia politik yang konon orang bilang arena kotor. Hmmmm... kurang rajin dibersihkan saja rasanya...hahaha.... Apakah sikap seperti itu dapat kita jadikan contoh ???

Tak hanya lewat kata-kata, area televisi kini semarak dengan kehadiran iklan-iklan partai yang mengklaim partai mereka mampu menjadikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Memberikan rakyat kesejahteraan yang lebih. Apa yang dapat di jadikan pegangan oleh kita, rakyat negeri ini untuk mempercayai itu semua. Janji kan tinggal bicara saja, gratis !!!! Sampai kapan mereka akan terus menganggap kita ini, rakyat bodoh. Bukankah lebih baik mereka buktikan saja dari pada sekedar janji ??? Hmmmm...rasanya lebih baik.

Apakah Anda memperhatikan setiap iklan partai yang Anda saksikan ??? Simak dengan seksama. Janji harga sembako murah, janji pendidikan yang baik, janji kesejahteraan yang lebih. Rasanya membosankan ya... janji-janji itu bagai hantu gentayangan setiap menjelang PEMILU di negeri ini. Semua orang ingin menjelma menjadi pahlawan bagi rakyat. Sesungguhnya wahai para petinggi negeri tercinta ini... Bapak-bapak, ibu-ibu terhormat penghuni gedung rakyat...dengarkan jeritan kami. Wujudkan permintaan kami, rakyat yang kalian pimpin. Bukan menjadikan penderitaan dan kesulitan kami ini sebagai bahan janji kalian semua untuk membodohi kami kembali.

Sikap saling serang, perang opini, menjatuhkan satu sama lain. Sibuk mencari kelemahan orang lain. Waktu yang diberikan Tuhan 24 jam dalam sehari hanya untuk itu saja ??? Ooooohhhh alangkah sayangnya... Tidak lebih baikkah jika kalian introspeksi diri. Bersatu untuk menjadikan rakyat ini sejahtera. Menjadikan negeri tercinta ini dipandang oleh negeri lain.

Tuhan telah memberikan bangsa ini berbagai kenikmatan, namun sayang... sikap rakus dan serakah para pemimpin negeri lah yang membuat Indonesia terperosok. Rakyat yang menderita. Andai para pemimpin bangsa yang mengaku pahlawan, bersatu padu, saling mendukung tanpa pamrih, menyelamatkan negeri ini dari segala kesulitan. Kesejahteraan rakyat yang terjamin. Bukan hanya mimpi negeri ini akan melebihi negeri lain.

Lupakan semua keburukan orang lain, berkaca diri...kalau tidak punya kaca beli yaaaaa.... hehehe... lakukan sesuatu yang nyata, bukan hanya sekedar janji manis dibibir, namun menusuk di hati rakyat.

Aduuuuhhh kok berat ya topiknya... tapi nggak seberat topik kemas kan.... hahaha....

peace pak topik.....eh salah pak Taufik....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar